Belajar Berfikir Secara Positif dari Kisah Norman Kamaru, Dari Artis Jadi Tukang Bubur

Bukan GAGAL, namun hanya awal dari kesuksesan
Dunia memang berputar, Allah menguji setiap hamba Nya, terkadang diberikan kenikmatan lalu diberi kesengsaraan, dan sebaliknya, namun tergantung bagaimana kita menyikapinya, Allah menguji juga pasti ada alasannya, apakah hamba Nya mampu menyelesaikan ujian itu, ataukah malah mundur..



NORMAN Kamaru. Dulu ia hanya seorang polisi berpangkat Briptu. Lantas, sebuah video lipsync membuat namanya terkenal ke seluruh penjuru Indonesia. Mumpung lagi populer, ia pun meniti karir di bidang hiburan, dan rela dipecat dari kepolisian.

Sebagaimana dikutip dari islampos ternyata, Norman gagal di dunia hiburan. Namun kembali berdinas di kepolisian pun sudah tak mungkin baginya. Akhirnya, ia “terpaksa” menjadi penjual bubur di Jakarta, untuk menghidupi
keluarganya.

Tentu, setiap orang bisa punya persepsi yang berbeda-beda mengenai peristiwa ini. Baik persepsi yang positif maupun negatif.

Walau hidup saya tidak “stragis” Norman, namun semua pengalaman hidup selama ini membuat saya berusaha lebih bijak dalam melihat perjalanan hidup pria asal Gorontalo ini.



Ia gagal di dunia hiburan, tak mungkin lagi masuk kepolisian. Apakah ini pertanda kegagalan?

Menurut saya, BELUM TENTU. Saya pun beberapa kali mencoba berbagai macam bisnis. Banyak yang gagal, banyak yang ambruk duluan sebelum mencoba.

Dan kini, saya merasa bahagia dan bersyukur, karena akhirnya bisa ketemu bisnis yang benar-benar sesuai dengan passion dan panggilan jiwa saya yang sebenarnya.

Orang lain boleh mengatakan Norman telah gagal. Namun bagi saya, dia hanya belum menemukan jalan sukses terbesar dalam hidupnya.

Di dalam perjuangan untuk menemukan jalan sukses terbesar tersebut, kita memang seringkali gagal, tersesat, mengalami peristiwa pahit, dan seterusnya.


Jadi, saya kira tak perlu “meledek” profesi Norman saat ini. Justru, keputusannya untuk berjualan bubur merupakan sebuah pilihan tepat, menurut saya. Ia kini menjadi entrepreneur. Siapa tahu, suatu saat nanti dia bisa kaya raya dari berjualan bubur.

Begitulah kira-kira, renungan saya di saat membaca berita terbaru mengenai Norman Kamaru

0 Response to "Belajar Berfikir Secara Positif dari Kisah Norman Kamaru, Dari Artis Jadi Tukang Bubur"

Posting Komentar